Duck hunt

Doul wallpaper16

Keutamaan Sayyidul Istigfar
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:"penghulu istigfar ialah engkau mengatakan "Allaahumma anta Rabbi,laa ilaaha illa anta,khalaqtanii wa ana 'abduka,wa ana 'alaa 'ahdika.wawa'dika mastatha'tu,a'udzubika min syarri ma shana'tu,abu-u laka bini'matika 'alayya,wa abu-u bidzambii faghfirlii,fainnahu laa yaghfirudzdzunuuba illa anta"
Artinya:"Ya Allah,Engkau adalah Tuhanku,tiada Tuhan melainkan Engkau,Engkau yg menciptakanku,sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu(yaitu selalu menjalankan perjanjian mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada mu)dengan semampuku,aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yg telah aku perbuat,aku mengakui mu atas nikmat mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada mu,maka ampunilah aku,sesungguhnya tidak ada Tuhan yg mengampunkan dosa-dosa melainkan Engkau"

Kapan membacanya?
"Barang siapa mengucapkannya di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari,maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yg mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya,kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk surga(HR.Al-Bukhari)

Kandungan maknanya?
"Ini adalah doa agung yg mencakup banyak makna:"taubat,merendahkan diri kepada Allah dan kembali menghadap kepadanya.Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menamainya sebagai sayyidul istighfar (penghulu istighfar) yg demikian itu karena melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan.dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.Diantara makna sayyid adalah orang yg melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yg berkedudukan tinggi di kalangan mereka.

Keutamaan doa ini di banding bentuk istighfar yg lain adalah:
-Nabi shallalahu 'alaihi wasallam mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah sebagai mahluk ciptaan nya (penetapan tauhid Ar Rububiyyah) dan bahwa Allah adalah Al Ma'buud(sesembahan) yg haq dan tidak ada sesembahan yg haq selainnya.Maka dia adalah satu-satunya yg berhak diibadahi dan ini merupakan realisasi tauhid Al Uluhiyyah.
-pernyataannya bahwa ia senantiasa tegag di atas janji dan kokoh di atas ikatan berupa iman kepada Allah,kitab-kitabnya,seluruh nabi dan rasul nya.menjalankan segenap ketaatan kepada Allah dan perintah nya.ia akan menjalaninya sesuai kemampuan dan kesanggupannya.
-kemudian dia berlindung kepada Allah dari seluruh kejelekan apa yg telah dia perbuat,baik sikap kurang dalam menjalani apa yg Allah wajibkan baginya yaitu mensyukuri nikmat nya ataupun berupa perbuatan dosa.Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menisbatkan keburukan kepada diri beliau sendiri,bukan kepada Allah ta'ala dan ini merupakan bentuk cara beradab kepada Allah,meskipun kita yakin bahwa segala sesuatu baik yg baik maupun yg buruk semuanya berasal dari Allah dan karema takdirnya.
-kemudian ia mengakui akan nikmat Allah yg terus datang beruntun dan anugrah nya serta pemberiannya yg tiada pernah berhenti.
-dan dia mengakui atas dosa-dosanya,sehingga iapun lantas memohon ampunan kepada Allah ta'ala dari itu semua dengan segenap pengakuannya bahwa tidak ada yg bisa mengampuni segala dosa kecuali Allah SWT.
Hanyalah yg mengucapkan doa ini dan menjaganya yg akan memperoleh janji yg mulia dan pahala serta ganjaran besar ini,karena ia telah membuka harinya dan menutupnya dengan penetapan Tauhidullah baik Rububiyyah nya dan Ululhiyyah nya.dan pengakuan dirinya sebagai hamba yg siap menghamba dan persaksiannya terhadap anugrah dan nikmat Allah.pengakuannya dan kesadarannya akan kekurangan-kekurangan dirinya dan permohonan maaf dan pengampunan dari dzat yg maha pengampun,diiringi dengan rasa tunduk dan rendah dihadapan nya untuk senantiasa patuh dan taat kepadanya.ini semua merupakan cakupan makna yg utama dan sifat yg mulia yg ia buka dan tutup lembaran siangnya.yg pantas bagi orang yg mengucapkan dan menjaganya mendapat maaf dan ampunan,terbebas dari neraka dan masuk surga.
Wallahu a'lam bisshowab.